Rabu, 07 Maret 2018

Esai: Wacana Pemindahan Ibukota Indonesia

Sidang ini memutuskan ibukota Indonesia akan dipindahkan

Ibukota suatu negara memegang peranan yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan ibukota bertindak sebagai pusat administrasi pemerintahan juga sebagai pusat perekonomian dan bisnis. Indonesia memiliki sebuah ibukota yang termasuk salah satu dari sekian banyak megacity di dunia yang bernama Jakarta. Tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, jakarta juga berfungsi sebagai pusat perekonomian dan bisnis. Hal inilah yang membuat Jakarta menjadi pusat urbanisasi yang sangat ramai dikunjungi untuk mencari kualitas penghidupan yang layak. Adanya migrasi penduduk secara besar-besaran membuat kota Jakarta menjadi padat penduduk sehingga banyak dampak yang ditimbulkan seperti polusi udara yang semakin parah, kemacetan dimana-mana, tingkat kriminalitas yang melonjak, dan keamanan yang sulit terkendali. Selain itu, letak geografis Jakarta yang sudah tidak memungkinkan lagi karena seringnya terjadi bencana seperti gempa bumi dan yang sampai sekarang sangat sulit diatasi yaitu banjir. Hal-hal tersebut menjadi alasan mengapa ibukota akan dipindahkan.

Jakarta kini dinilai sudah tidak layak lagi menjadi sebuah ibukota untuk negara sebesar Republik Indonesia. Pemindahan ibukota ini dianggap solusi yang tentunya akan berdampak strategis terhadap perbaikan kualitas kehidupan bangsa. Rencananya, ibukota akan dipindahkan ke daerah di luar Pulau Jawa dan kemungkinan besar yaitu di Pulau Kalimantan dan yang paling berpotensi yaitu Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ada beberapa alasan mengapa Palangkaraya yang dicanangkan sebagai ibukota yaitu memiliki wilayah yang luas dan letak geografis yang relatif aman dan kondusif serta jauh dari gempa bumi dan gunung meletus. Terdapat pula macam perindustrian seperti kelapa sawit, minyak, dan batu bara. Hal ini memungkinkan perekonomian juga dapat berjalan dengan baik di sana. Kalimantan juga memiliki letak geografis yang berada di tengah-tengah Indonesia sehingga memiliki akses yang besar dari laut dan udara. Selain karena Jakarta memiliki faktor bencana alam dan sosial, tingkat keamanan yang sangat rendah dan hal lain yang telah disebutkan, dengan pemindahan ibukota ini akan membuat Jakarta mengurangi tumpukan masyarakat dan indonesia juga dapat meratakan pembangunan ke seluruh daerah di indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa sehingga daerah yang lain akan mengalami perkembangan. Dan pemindahan ibukota ini tidak sepenuhnya karena Palangkaraya hanya akan menjadi pusat administrasi pemerintahan sedangkan Jakarta akan tetap menjadi pusat perekonomian dan bisnis di indonesia.

Namun dengan segala alasan untuk memindahkan ibukota, tetapi pasti ada yang berpendapat kontra dengan wacana ini. Mereka meyakini bahwa jika ibukota dipindahkan ke Kalimantan akan banyak dampak negatif yang diterima dan mereka sangat yakin kemanapun ibukota dipindahkan hal yang sama juga akan terjadi. Kalimantan memiliki hutan yang sangat luas dan merupakan paru-paru bagi indonesia bahkan dunia. Dengan pemindahan ibukota pasti akan ada pembangunan besar-besaran yang akan mengganggu wilayah hutan di Kalimantan. Jika pemindahan ibukota dilakukan, hal yang sama akan terus terjadi, Kalimantan akan menjadi kota yang sama seperti Jakarta, banyak polusi udara, kemacetan, tingkat keamanan yang rendah, dan angka kriminalitas yang tinggi. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang berbondong-bondong menuju ibukota yang baru yang mereka harap menjadi sumber penghidupan layak yang baru pula. Selain itu, karena ramainya masyarakat yang datang ke Kalimantan membuat kearifan lokal merasa terganggu karena Kalimantan sendiri masih memiliki suku daerah asli yang mendiami pulaunya. Selain itu, sumber daya di Kalimantan tidak sebanyak di Pulau Jawa sehingga untuk melakukan pembangunan di sana akan mengeluarkan biaya yang sangat besar karena tidak adanya sarana dan prasarana. Palangkaraya dianggap belum mampu dari segi fasilitas dan kelola yang belum matang, walaupun Palangkaraya sendiri sudah menyiapkan lahan. Dari sekian banyak alasan di atas, Palangkaraya dianggap belum mampu untuk menjadi ibukota yang baru dikarenakan hal yang sama dengan Jakarta diyakini akan terjadi di Palangkaraya dan dikhawatirkan hutan di Kalimantan akan menjadi gundul. Penduduk di Kalimantan juga masih banyak yang ingin bekerja di Pualu Jawa, hal ini berarti Pulau Jawa masih memungkinkan untuk tetap menjadi lokasi ibukota.

Memang banyak pro dan kontra yang terjadi di masyarakat saat ini mengenai pemindahan ibukota Indonesia. Pihak pro dengan segala argumennya dan begitu juga dengan pihak kontra. Namun yang ditekankan di sini adalah perlukah ibukota dipindahkan atau pentingkah ibukota dipindahkan. Menurut kami bisa saja ibukota dipindahkan tetapi suatu saat nanti dengan dasar argumen dari pihak pro dan untuk saat ini mungkin belum bisa dilakukan pemindahan dengan dasar argumen pihak kontra, tetapi jika memang wacana pemindahan ibukota ini ingin diteruskan, maka akan lebih baik jika dimulai dari sekarang untuk melakukan pembangunan bertahap dan mengantisipasi serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Nama Anggota Kelompok:
- Erik Ryan Setiawan
- Mas'udah Nazwar
- Widi Vanesh Imanuella

Tidak ada komentar:

Posting Komentar